Kamis, 21 Januari 2010

energi

Fisika (Bahasa Yunani: φυσικός (physikos), "alamiah", dan φύσις (physis), "Alam") adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Para fisikawan atau ahli fisika mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos.

Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi. Sifat semacam ini sering disebut sebagai hukum fisika. Fisika sering disebut sebagai "ilmu paling mendasar", karena setiap ilmu alam lainnya (biologi, kimia, geologi, dan lain-lain) mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan elektromagnetika.

Fisika juga berkaitan erat dengan matematika. Teori fisika banyak dinyatakan dalam notasi matematis, dan matematika yang digunakan biasanya lebih rumit daripada matematika yang digunakan dalam bidang sains lainnya. Perbedaan antara fisika dan matematika adalah: fisika berkaitan dengan pemerian dunia material, sedangkan matematika berkaitan dengan pola-pola abstrak yang tak selalu berhubungan dengan dunia material. Namun, perbedaan ini tidak selalu tampak jelas. Ada wilayah luas penelitan yang beririsan antara fisika dan matematika, yakni fisika matematis, yang mengembangkan struktur matematis bagi teori-teori fisika.

all physik

Kamis, 14 Januari 2010

Sering Ribut, Masyarakat akan Kecewa Lihat Sikap Anggota Pansus

Dalam proses penyelidikan, anggota pansus lebih sering bertikai antar sesama. Kadang pertikaiannya justru keluar dari konteks permasalahan yang sedang dihadapi.

Sebagai contoh pihak yang seperti tidak bosan mencari musuh adalah anggota dari Fraksi Demokrat, Ruhut Sitompul. Beberapa kali tingkah laku Ruhut membuat panas suasana rapat.

Yang paling terbaru soal penyebutan kata 'Daeng' kepada mantan Wapres Jusuf Kalla. Sebagian anggota pansus mengkritik keras pernyataan Ruhut. Bagi mereka, sebutan itu justru dianggap tidak sopan.

Situasi tersebut justru akan membuat turun kredibilitas anggota pansus di mata masyarakat.

"Masyarakat akan kecewa melihat anggota dewan seperti itu. Simpati masyarakat juga akan berkurang melihat cara yang kurang etis," ujar pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago kepada detikcom, Kamis (14/1/2009) malam.

Mengenai Ruhut, Andrinof dinilai memang sengaja dan direncanakan untuk menjadi benteng setiap pertanyaan yang muncul dalam rapat pansus.

"Ada kesengajaan dan perencanaan untuk Ruhut. Minimal membendung serangan yang berlebihan dan melebar," kata Adrinof.

Adrinof mengatakan, anggota pansus selama ini belum membangun dan memisahkan antara substansi dengan emosional.

"Jika fokus ke substansi, tidak perlu marah-marah atau dengan nada tinggi. Dalam politik itu yang penting perdebatan substansi tidak perlu dengan nada marah dan sebagainya," tutupnya.

Siap-siap, Gerhana Matahari Sambangi Jakarta Jumat Pk 14.33


Fenomena alam gerhana matahari akan kembali mampir di Indonesia, Jumat (15/1/2010) besok. Gerhana ini bisa dinikmati warga Jakarta pukul 14.33-16.00 WIB. Siapkan peralatan jika ingin melihatnya!

Menurut Profesor Riset Astronomi Lapan Bandung Thomas Jamaludin, gerhana matahari cincin hanya melewati Afrika Tengah, India Selatan, Myanmar dan China. Daerah lain termasuk Indonesia hanya mendapat gerhana matahari sebagian.

"Di Indonesia akan terlihat di Sumatera 10-60 persen, Jawa Barat dan Tengah 0-12 persen, Kalimantan 0-20 persen, Sulawesi 0-5 persen. Yang lain tidak kebagian," kata Thomas kepada detikcom, Kamis (14/1/2010).

Lama gerhana diperkirakan sekitar 2 jam, mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Nah, untuk mereka yang tinggal di Jakarta, gerhana akan terjadi pukul 14.33-16.00 WIB dengan kegelapan hanya 11 persen. Di Bandung, gerhana terjadi pukul 14.39-15.55 WIB dengan kegelapan 8 persen.

"Kalau tidak tertutup mendung atau hujan, nanti bisa terlihat," jelas Thomas.

Menurut dia, gerhana ini bisa lebih leluasa dinikmati di Sumatera karena lebih dekat ke jalur gerhana cincin. Lhokseumawe akan mendapat gerhana 53,7 persen pada pukul 13.45-16.44 WIB, Medan akan mendapatkan gerhana 47,1 persen pada pukul 13.50-16.40 WIB, sedangkan Padang mendapatkan gerhana dengan kegelapan 34,1 persen pada pukul 13.57-16.27 WIB.

Jika anda ingin melihat gerhana, jangan lupa memakai kaca mata hitam untuk keamanan mata. Gerhana matahari juga bisa dilihat dengan plastik film, atau klise foto bekas.

"Bisa juga melubangi kertas dengan jarum. Sorot matahari yang lewat lubang jarum bisa direfleksikan ke tanah, kertas atau media lain. Nanti gerhananya kelihatan di situ," pungkas Thomas.

Waktu menurut Einstein

Pernahkah merasa waktu berjalan cepat atau terasa begitu lambat?
Seperti saat waktu berlalu begitu cepat ketika Anda sedang bersama teman- teman dekat, keluarga tercinta atau saat waktu terasa begitu lambat ketika Anda terjebak dalam hujan.
Apakah kedua hal tersebut hanya karena situasi, kondisi atau karena perasaan saja?

Tapi yang jelas kita tidak akan dapat mempercepat atau memperlambat waktu kan?
Apakah waktu selalu bergerak dengan kecepatan yang tetap?.
Einstein tidak berpikir demikian. Ide dia adalah semakin kita mendekati kecepatan cahaya, semakin lambat waktunya relatif jika dibandingkan kondisi orang yang tidak bergerak. Dia menyebutnya melambatnya waktu karena gerakan.

Bagaimana menurutmu, tidak mungkin'kan?
Oke, coba bayangkan ini. Kamu berdiri di bumi, memegang jam. Teman baikmu ada di dalam roket dengan kecepatan 250.000 km/detik. Temanmu juga memegang sebuah jam. Kalau kamu bisa melihat jam yang dibawa temanmu, kamu akan melihat bahwa jam itu tampak berjalan lebih lambat daripada jam kamu. Sebaliknya temanmu akan merasa jam yang ia bawa berjalan biasa-biasa saja (tidak melambat), dia pikir malah jam kamu yang tampak berjalan lebih lambat.

Masih bingung?

Wajarlah, Einstein saja butuh 8 tahun untuk memahaminya.
Dan dia berhasil, makanya dia seorang jenius. Einstein memberikan contoh untuk menunjukan efek perlambatan waktu yang dia sebut “paradoks kembar”. Seperti permainan penjelajah waktu. Mari kita mencobanya dengan menganggap ada 2 orang kembar bernama Herman dan Hermine. Dua2nya kita anggap berumur 10 tahun.

Herman memutuskan dia sudah bosan di bumi dan perlu liburan. Dia mendengar bahwa ada hal yang menarik di sistem bintang Alpha3, yang berjarak 25 tahun cahaya. Hermine yang harus mengikuti ujian matematika minggu depan, harus tinggal di rumah untuk belajar. Jadi Herman berangkat sendiri. Ingin sampai secepatnya di sana, dia memutuskan untuk berjalan dengan kecepatan 99,99% kecepatan cahaya. Perjalanan ke sistem bintang itu bolak balik membutuhkan waktu 50 tahun.

Apa yang terjadi ketika Herman kembali? Hermine sudah 60 tahun, tapi Herman masih berumur 10 ½ tahun. Bagaimana mungkin? Herman sudah pergi selama 50 tahun tapi hanya bertambah umur ½ tahun! Hey, apakah Herman baru saja menemukan mata air awet muda!

Ide Einstein tentang waktu yang melambat tampak benar dan semua adalah teori, tapi bagaimana kamu tahu kalau dia benar?


Salah satu cara adalah dengan naik roket dan memacu roket itu mendekati kecepatan cahaya. Tapi sampai saat ini, kita belum bisa melakukannya. Tapi ada satu cara untuk mengetestnya.

Bagaimana kita tahu kalau Einstein tidak salah?

Percobaan ini mungkin bisa memberikan penjelasan atas idenya. Jam atom adalah jam yang sangat akurat, bisa mengukur satuan waktu yang sangat kecil. Sepersejutaan detik bisa diukur.

Di tahun 1971, ilmuwan menggunakan jam ini untuk mengetest ide Einstein. Satu jam atom diset di atas bumi, dan satu lagi dibawa keliling dunia menggunakan pesawat jet dengan kecepatan 966 km/jam. Pada awalnya kedua jam itu diset agar menunjukan waktu yang sama. Apa yang terjadi ketika jam dibawa mengelilingi dunia dan kemudian kembali ke titik di tempat jam satunya lagi berada? Sesuai perkiraan Einstein, kedua jam itu sudah tidak menunjukan waktu yang sama. Jam yang sudah dibawa keliling dunia, menunjukan keterlambatan waktu seperberapa juta detik!

Kamu mungkin bertanya kenapa kok bedanya begitu kecil? Pertanyaan yang bagus! Yah, 966 km/jam cukup cepat, tapi masih belum mendekati kecepatan cahaya. Untuk melihat perbedaan waktu yang signifikan, kamu harus melaju dengan sangat lebih cepat.